February 12, 2016

Studi Kasus TOD Setiabudi

Sebagai contoh penerapan metrik-metrik TOD pada bagian sebelumnya, laporan ini mengambil area Setiabudi sebagai studi kasus.

Diharapkan dengan penjelasan secara studi kasus ini maka dapat memberikan penggambaran secara riil apa-apa saja praktek yang tidak sesuai dengan konsep TOD dan perlakuan-perlakuan seperti apa yang dapat dilakukan untuk menerapkan konsep TOD pada kawasan sekitar stasiun/halte angkutan umum di Jakarta. Tujuan akhir dari studi kasus ini adalah mendapatkan suatu guidelines yang dapat diadaptasi pada seluruh kawasan penerapan TOD di Jakarta.

Untuk studi kasus dipilih kawasan yang dengan kriteria tingkat kepadatan dan kegiatan yang sudah cukup tinggi pada saat studi ini dilakukan. Kawasan segitiga emas di pusat kota Jakarta menjadi kandidat yang memenuhi syarat tersebut. Dan sebagai titik pertemuan antara moda-moda angkutan massal dan  area dengan fungsi guna lahan yang cukup bercampur antara perkantoran dan pemukiman maka kawasan Setiabudi dipilih sebagai area studi kasus TOD. Studi penerapan TOD akan mengambil titik stasiun MRT Karet dan titik halte busway Karet sebagai pusatnya. Radius area TOD yang digunakan adalah 500 meter dari kedua titik stasiun dan halte tersebut.

1. Kondisi eksisting dan Permasalahan Terkait TOD 

1.1.  Hierarki Jalan

1.2. Fasilitas Pejalan Kaki

1.3. Muka Bangunan Pasif

1.4. Pembatas Persil yang Membentuk Gated Community

1.5. Pemanfaatan ruang kota yang tidak efisien

1.6. Blok-blok panjang

1.7. Frekuensi driveways yang tinggi

1.8. Kurangnya jaringan angkutan pengumpan

 

2. Usulan Perbaikan Teknis 

2.1.  Aktivasi Lantai Dasar Bangunan

2.2. Urban Streets Redesign di area TOD

2.3. Perimeter walls and block improvement

2.4. Relokasi Driveways

2.5. Akses gang pejalan kaki untuk umum

2.6. Peneduhan Trotoar

2.7. Zona sekolahan

2.8. Pedestrian priority network

2.9. Optimasi pemanfaatan lahan area TOD

2.10. Pembatasan off-street parking

2.11. Infrastruktur sepeda

 

3. Revisi Perundang-undangan 

3.1. Ketentuan jumlah maksimum ruas parkir di dalam gedung

3.2. Maximum width of drive lane, maximum drive lane/sidewalk ratio

3.3. Perencanaan TOD

 

4. Program Perbaikan 

4.1. Mass Transit Access Improvement

4.2. Urban Street Activation

4.3. Reformasi perparkiran

4.4. Perencanaan wilayah TOD

4.5. Direct-Service BRT

4.6.  Bike Share

4.7. Sustainable & Livable Urban Rented-Room Program for employEE (SLURPEE)

4.8. CUS Station

4.9. TOD Standard Scoring

 

 

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Skip to content
Send this to a friend