May 30, 2016

Jalur Lambat Jalan Sudirman Akan Dihilangkan, Trotoar Dilebarkan hingga 9,5 Meter

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, jalur lambat di Jalan Sudirman nantinya akan dihilangkan.

Dengan demikian, Jalan Sudirman nantinya akan lebih sempit karena hanya memiliki satu jalur, yakni satu jalur yang kini digunakan sebagai jalur cepat.

Sebagai kompensasi dari penyempitan jalan, Ahok (sapaan Basuki) menjanjikan trotoar yang berada di Jalan Sudirman nantinya akan lebih lebar. Diperkirakan mencapai 9,5 meter.

“Jadi nanti Sudirman Thamrin trotoarnya 9,5 meter,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (18/4/2016).

Menurut Ahok, tujuan mempersempit jalan dan melebarkan trotoar adalah untuk mempersiapkan sebelum beroperasinya mass rapid transit (MRT) pada 2019.

Ahok menegaskan, jika nantinya MRT beroperasi, maka penggunanya harus memiliki akses berjalan kaki yang nyaman saat keluar dari stasiun. Salah satunya adalah dengan memperlebar trotoar.

“Kalau kamu lebarin jalan terus, mobil terus, tidak bakal selesai. Kalau bilang kemacetan kamu mau nambah jalan, berapa pun tidak akan pernah menang lawan mobil,” ujar Ahok.

Selain lebar, Ahok menjanjikan di sepanjang pinggir trotoar nantinya akan ditanami pohon untuk menciptakan suasana rindang. Jenis pohonnya kemungkinan sama dengan pohon yang saat ini menjadi pembatas antara jalur lambat dan jalur cepat.

“Jadi pohonnya (yang saat ini) dipotong aja, kita pindahin ke trotoar yang lebih lebar. Jadi orang yang jalan kaki bisa nyempil-nyempil di pohon, bukan mobil,” kata dia.

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Translate »
Skip to content
Send this to a friend