May 04, 2018

Urban Transport Discussion #8: Saatnya Bikeshare Jakarta!

 

Untuk yang ke-8 kalinya, ITDP Indonesia kembali menggelar Urban Transport Discussion. Di tempat baru dengan tema yang baru, Urban Transport Discussion #8 diselenggarakan di JSC Hive Co-working Space dengan tema “Saatnya Bikeshare Jakarta!” 

Fenomena bikeshare di dunia dimulai dekade lalu di mana negara-negara maju mengadopsi sistem ini sebagai salah satu moda alternatif bagi penduduk kota dari dan menuju stasiun atau halte angkutan umum massal. Di negara-negara maju seperti di London dan Paris, kebanyakan sistem bikeshare diselenggarakan oleh pemerintah kota. Infrastruktur sistem bikeshare generasi pertama menggunakan dock dan halte sepeda di mana pengguna menjadi member dan menggunakan kartu tap sebagai alat pembayaran. Infrastruktur pada generasi ini menyebabkannya sulit untuk diadaptasi di negara-negara berkembang karena memerlukan investasi yang tidak sedikit. Seiring berjalannya waktu, sistem bikeshare berkembang dan mengalami beberapa perubahan dan penyesuaian terutama di teknologi. Lalu, di tahun 2016, sistem bikeshare mengalami perubahan besar yang signifikan

.

Booming-nya sistem dockless bikeshare di Tiongkok membuat para operator bikeshare mengembangkan bisnisnya ke kawasan Asia lain termasuk Asia Tenggara. Di tahun 2017, bikeshare mulai masuk ke kota-kota Asia Tenggara seperti Bangkok, Singapura dan Kuala Lumpur. Dan di tahun 2018, kota-kota di Indonesia mulai menjadi incaran, salah satunya tentu Jakarta. Lalu, bagaimana kesiapan Jakarta menyambut bikeshare?

Semenjak awal tahun 2018, operator-operator bikeshare mulai menyambangi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melihat peluang pengimplementasian bikeshare di Jakarta. Pertemuan-pertemuan ini membuahkan instruksi di mana Wakil Gubernur Sandiaga Uno menginstruksikan Jakarta Smart City (JSC) sebagai koordinator untuk pelaksanaan sistem bikeshare di Jakarta. JSC diminta untuk mengumpulkan informasi serta regulasi apabila nantinya sistem bikeshare diimplimentasikan di Jakarta.  ITDP Indonesia sendiri membantu dan mendampingi JSC dalam menyusun klausul, regulasi serta koordinasi dengan SKPD terkait sebelum kembali melaporkan semua informasi kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta. Tepatnya tanggal 12 April 2018, JSC dan ITDP Indonesia kembali menghadap Wagub di Balai Kota untuk memaparkan temuan dan informasi serta perkembangan terbaru mengenai kemungkinan implementasi sistem bikeshare di Jakarta.

Dari hasil pertemuan dengan Wagub, salah satu yang ditekankan adalah pentingnya masukan dari publik mengenai rencana implementasi ini. Karenanya ITDP Indonesia kembali menggelar Urban Transport Discussion #8: Saatnya Bikeshare Jakarta! sebagai wadah untuk berdiskusi dan menerima masukan dari masyarakat terkait rencana implementasi bikeshare ini. Turut hadir sebagai narasumber, Setiaji, Kepala Unit Jakarta Smart City (JSC) selaku koordinator implementasi sistem bikeshare. Operator-operator bikeshare yang sudah beraudiensi secara intens dengan pemerintah pun kami undang untuk memaparkan program masing-masing ke depannya. Tak ketinggalan, pendapat dan masukan dari pengendara sepeda harian di Jakarta, Nugraha Pratama.

Ketika ditanya kesiapan pemerintah terkait masalah jalur serta fasilitas pendukung sepeda di Jakarta, Setiaji mengatakan bahwa di era big data, perencanaan kebijakan harus berdasarkan data. “Dengan kemunculan bikeshare, kami berharap bisa mendapatkan data yang pasti, sehingga pemerintah bisa membangun jalur serta fasilitas sepeda yang tepat sasaran,” paparnya.

Sementara itu, Ofo Bike sebagai salah satu pelopor dockless bikeshare dan market share terbesar di dunia mulai melirik Jakarta. Ofo cukup optimis akan kesuksesan bikeshare di Jakarta nantinya. “Kami yakin, masyarakat nantinya dapat terbiasa menggunakan sistem bikeshare apabila harga yang ditawarkan sesuai. Jika memberikan harga yang tepat, maka masyarakat akan dengan senang hati menggunakannya,” papar Tedo Ziraga. Ia bahkan memastikan bahwa Ofo akan masuk pasar Indonesia dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan di bawah opsi termurah yang tersedia.

Tak mau kalah, pemain lokal pun bermunculan. Salah satu operator bikeshare yang siap mengimplementasikan sistem bikeshare di Jakarta adalah GOWES. “Bisa dibilang, GOWES satu-satunya aplikasi bikeshare yang tidak memerlukan google maps karena mempunyai peta digital sendiri,” cerita Iwan.

Lalu, apakah sistem bikeshare nantinya dapat diminati masyarakat? Nugraha Pratama, sketcher yang menggunakan sepeda sebagai moda transportasi dalam kegiatannya sehari-hari memandang positif sistem bikeshare. “Saya cukup optimis, tapi akan ada proses panjang menuju ke sana. Saya enggak bisa bilang bersepeda di Jakarta itu aman dan nyaman, tapi dengan pembangunan transportasi massal yang masif saat ini saya harap ini bisa saling bersinergi. Seenggaknya orang-orang mau mencoba dulu,” papar Nugraha.

Dengan pembangunan infrastruktur angkutan umum massal yang masif di Jakarta, kehadiran bikeshare dapat menjadi pelengkap seamless transport system bagi kota Jakarta.

ITDP Indonesia sangat mendukung keberadaan bikeshare sebagai moda pendukung yang mempermudah pengguna angkutan umum massal baik itu Transjakarta, KRL, MRT juga LRT untuk berkomuting.

“Selain itu, bikeshare juga diharapkan dapat mempopulerkan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi harian dan mendorong Jakarta menjadi kota ramah pesepeda yang lestari,” tutup Yoga Adiwinarto, Country Director ITDP Indonesia.

Tautan: 

Press Release

Presentasi JSC

Presentasi Ofo Bike 

Presentasi GOWES

Nugraha Pratama

 

 

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Skip to content
Send this to a friend