July 12, 2018

Launching & Diskusi “Optimizing Dockless Bikeshare for Cities”

ITDP Indonesia bekerjasama dengan @america menyelenggarakan peluncuran policy brief terbaru ITDP “Optimizing Dockless Bikeshare for Cities” versi bahasa Indonesia.

Dalam kesempatan ini, ITDP mengundang pembicara yang mempunyai pengalaman baik dalam perencanaan maupun dalam bisnis sistem bikeshare di perkotaan di antaranya; Iwan Suryaputra, operator bikeshare bernama GOWES; Imam Wiratmadja, Product Lead Banopolis (Boseh Bandung & Spekun UI) serta Dana Yanocha, Senior Research Associate ITDP sekaligus salah satu penulis “The Bikeshare Planning Guide 2018”. Hadir juga representatif dari Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Izzul Waro.

Diskusi ini sekaligus juga menjadi pengantar dilaksanakannya uji coba sistem bikeshare di Jakarta yang rencananya akan dilangsungkan pada akhir bulan Juli 2018 ini. Sebagai pembuka, Udayalaksmanakartiyasa, Research & Policy Manager ITDP Indonesia, menjelaskan proses berlangsungnya perencanaan implementasi bikeshare Jakarta hingga akhirnya mencapai tahap uji coba.

Lanskap Industri Bikeshare

Sistem bikeshare di Indonesia sempat menjadi pembicaraan ketika Pemerintah Kota Bandung meluncurkan Boseh pada tahun 2016 silam. Dalam perencanaannya, Pemerintah Kota Bandung melibatkan start up Banopolis yang sudah mempelajari sistem bikeshare sejak tahun 2012. Dalam presentasinya Imam Wiratmadja menceritakan bagaimana mereka merencanakan sistem bikeshare generasi 3 ini termasuk plus dan minusnya. “Generasi ketiga bikeshare memerlukan biaya yang tidak sedikit, karena sistem dock yang selain memakan biaya besar juga memerlukan space yang cukup banyak,” ungkap Imam. Hingga akhirnya kini, seiring dengan berkembangnya inovasi, sistem bikeshare sudah tidak memerlukan lagi dock dan halte serta menggunakan teknologi aplikasi dalam penggunaannya atau yang kita kenal dengan nama Dockless Bikeshare (DBS). Inovasi ini sukses mengubah lanskap industri bikeshare. Banyak kota-kota, terutama di negara Tiongkok dan Amerika Serikat, yang mengadopsi sistem ini dan berhasil mendapatkan keuntungan signifikan dalam mobilitas perkotaan.

Sebagai contoh, kota Manchester di Inggris menggunakan Dockless Bikeshare untuk memenuhi tujuan pembangunan kota terkait iklim, dengan meningkatkan target pengguna sepeda menjadi 10% dari total perjalanan pada tahun 2025. Singapura, mempunyai misi meningkatkan penggunaan angkutan umum menjadi 75% pada tahun 2030 dengan berkomitmen untuk melakukan investasi pada infrastruktur pejalan kaki dan pesepeda sehingga lebih banyak orang dapat mengakses transportasi umum massal.

Layanan Dockless Bikeshare di Singapura diatur secara formal, menawarkan alternatif transportasi tambahan untuk first mile –last mile pengguna transportasi umum massal. Dockless Bikeshare di Singapura juga berkontribusi untuk tujuan pembangunan ekonomi, yaitu menarik wisatawan dengan menawarkan moda transportasi yang terjangkau dan berkelanjutan bagi turis untuk menjelajahi kota, dan tentunya meningkatkan kualitas hidup calon pekerja. Dengan mengidentifikasi kaitan Dockless Bikeshare dengan tujuan pembangunan yang ada, kota dapat memutuskan kebijakan mana yang harus diprioritaskan.

Bikeshare Jakarta

Di awal tahun 2018, Jakarta Smart City (JSC) ditunjuk oleh Wakil Gubernur Sandiaga Uno sebagai koordinator demi terselenggaranya sistem bikeshare di Jakarta. Sejak awal tahun, JSC dibantu oleh ITDP Indonesia mengumpulkan berbagai peraturan, usulan serta berkoordinasi dengan SKPD Provinsi DKI Jakarta terkait penyelenggaraan bikeshare di Jakarta. Laporan dan studi ini telah dikembalikan ke Wakil Gubernur yang berbuah instruksi pelaksanaan uji coba implementasi bikeshare di Jakarta selama 3 bulan, dimulai bulan Juli 2018. Dengan adanya Dockless Bikeshare di Jakarta, diharapkan akan mendukung target mode share 60% pengguna angkutan umum pada 2025 (BPTJ) serta mendukung target 1 juta penumpang per hari PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Menurut Izzul, bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masalah transportasi umum massal tidak hanya menghubungkan penduduk kota dan setiap area di perkotaan tapi juga menjadi melting pot untuk penduduk kota berinteraksi.

“Saat ini Jakarta menyambut para ahli transportasi dari seluruh dunia untuk membagi idenya dalam pembangunan kota Jakarta, seperti kehadiran berbagai operator bikeshare swasta yang ingin mengimplementasikan sistem ini di Jakarta,” ungkap Izzul Waro, Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta.

Dana Yanocha, Senior Research Associate ITDP sekaligus penulis “The Bikeshare Planning Guide 2018” yang mengatakan bahwa tujuan utama sistem bikeshare di sebuah kota adalah untuk meningkatkan jumlah perjalanan menggunakan sepeda dan menurunkan jumlah perjalanan yang menggunakan kendaraan bermotor pribadi. Selain itu bikeshare juga dapat memperluas akses jaringan transportasi umum massal, meningkatkan aktivitas dan kesehatan fisik, kualitas udara yang lebih baik, peluang ekonomi baru, dan lainnya.

Semua manfaat positif ini dapat diraih sebuah kota dengan bantuan operator bikeshare namun Pemerintah Kota tidak boleh hanya melihat bahwa penyelenggaraan Dockless Bikeshare sebagai investasi sektor swasta semata.

“Karenanya, penting bagi sebuah kota untuk mengembangkan kebijakan berorientasi hasil, berinvestasi dalam prosedur pengawasan dan penegakan kebijakan; serta evaluasi konsisten untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut berhasil,” papar Dana. Ia juga menambahkan, Pemerintah Kota bisa menggunakan pendekatan regulasi yang lebih fleksibel —dibandingkan dengan kontrak sistem bikeshare berbasis dock — yang memungkinkan kota-kota untuk menjadi proaktif dalam menetapkan tujuan dan standar untuk mencapai hasil yang mereka inginkan, serta lebih responsif terhadap perubahan informasi, teknologi, dan bisnis yang pesat, yang dapat mempengaruhi sistem tersebut.

Salah satu operator bikeshare yang siap mengimplementasikan sistem bikeshare di Jakarta adalah GOWES. GOWES adalah layanan berbagi sepeda berbasis aplikasi Android & IOS yang terintegrasi dengan peta yang dimiliki oleh PT. Surya Teknologi Perkasa. “Bisa dibilang, GOWES satu-satunya aplikasi bikeshare yang tidak memerlukan google maps karena mempunyai peta digital sendiri,” cerita Iwan. GOWES bahkan membuat uji coba untuk menghitung emisi karbon dari sepeda. “Dari uji coba yang kami lakukan selama 6 bulan, tiap sepeda bisa mengurangi jejak emisi karbon hingga 700 kg,” papar Iwan.

 

Bikeshare Sebagai Pelengkap Jaringan Transportasi Umum Massal


Dengan pembangunan infrastruktur angkutan umum massal yang masif di Jakarta, kehadiran bikeshare dapat menjadi pelengkap seamless transport system bagi kota Jakarta.

“ITDP Indonesia sangat mendukung keberadaan bikeshare sebagai moda pendukung yang mempermudah pengguna angkutan umum massal baik itu Transjakarta, KRL, MRT juga LRT untuk berkomuting. Selain itu, bikeshare juga diharapkan dapat mempopulerkan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi harian dan mendorong Jakarta menjadi kota ramah pesepeda yang lestari,” tutup Yoga Adiwinarto, Country Director ITDP Indonesia.

 

Unduh “Optimizing Dockless Bikeshare for Cities” versi bahasa Indonesia

Unduh Presentasi Izzul Waro, TGUPP

Unduh Presentasi Imam Wiratmadja, Banopolis

Unduh Presentasi Iwan Suryaputra, GOWES 

Unduh Presentasi Dana Yanocha, ITDP 

Unduh Presentasi Udayalaksmanakartiyasa, ITDP Indonesia

 

 

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Skip to content
Send this to a friend