June 11, 2019

Transportasi Perkotaan dan Tumbuh Kembang Anak

Bagaimana Perencanaan Pembangunan Mobilitas Perkotaan Berpengaruh Terhadap Tumbuh Kembang Anak-Anak?

Transportasi perkotaan, baik maupun buruk, memiliki pengaruh terhadap kualitas pengalaman pengasuhan dan perkembangan anak-anak. Kualitas dan perencanaan transportasi perkotaan mempengaruhi sejauh mana wanita hamil, bayi, dan balita dapat mengakses layanan yang mereka butuhkan seperti: akses menuju sumber makanan sehat, klinik bayi, perawatan kesehatan primer lainnya, tempat penitipan anak, taman, ruang bermain, serta ruang publik lainnya.

Perencanaan dan kualitas transportasi perkotaan yang buruk dapat berpengaruh besar terhadap tingkat polusi kualitas udara. Bagi anak balita, dua penyebab utama kematian adalah komplikasi kelahiran prematur dan penyakit pernapasan bawah. Sayangnya, di daerah perkotaan, polusi udara dari kendaraan merupakan kontributor yang signifikan bagi keduanya. Maka, pemerintah kota harus mendorong perencanaan dan pembangunan yang memprioritaskan kesehatan masyarakatnya, baik orang dewasa maupun anak-anak. Infrastruktur jalan kaki dan bersepeda yang lebih baik, jaringan transportasi umum yang tersebar luas, terjangkau dan aman, dan zona rendah emisi menguntungkan setiap penghuni perkotaan, termasuk bayi, balita, dan orang dewasa. Dalam mewujudkan hal ini, pemerintah kota dapat mempertimbangkan hal-hal berikut:

1. Perencanaan pembangunan kawasan perkotaan yang rapat (compact) yang dapat menguntungkan kebutuhan anak dan pengasuhnya. 

Perencanaan kota untuk kebutuhan wanita hamil, bayi, dan balita dimulai dengan memahami di mana mereka tinggal dan ke mana mereka harus pergi. Memperpendek jarak ke layanan-layanan utama anak usia dini adalah salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan sebuah kota untuk perkembangan bayi dan balita yang sehat.

2. Perencanaan berdasarkan mobilitas yang dilakukan oleh para pengasuh (caregivers), yang seringkali didominasi oleh perempuan.  

Perencanaan mobilitas untuk anak balita merupakan perencanaan untuk orang yang bepergian bersama mereka. Di banyak kota, hal ini berarti perencanaan yang dioeruntukkan oleh perempuan. Perjalanan yang dilakukan oleh pengasuh cenderung melibatkan banyak pemberhentian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan anak-anak, serta terjadi di jam-jam yang tidak sibuk, berbeda dengan perjalanan yang dilakukan oleh karyawan maupun pekerja yang sebagian besar hanya melakukan perjalanan dari rumah ke lokasi mereka bekerja.

3. Memprioritaskan rute dan destinasi yang penting bagi bayi, balita serta pengasuh mereka.  

Walau memang seharusnya peningkatan kualitas dan pembangunan infrastruktur mobilitas harus dilakukan di seluruh kawasan perkotaan, pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan di beberapa titik yang menjadi kawasan penting bagi kelompok pengasuh, anak-anak, balita dan bayi.

4. Merancang jalanan perkotaan yang ramah anak.

Untuk bayi dan balita, jalan yang lebih aman berarti peningkatan keselamatan lalu lintas dan pengurangan polusi udara di perkotaan.  Jalanan di kota tersebut harus dirancang untuk koridor transportasi yang lebih aman serta ruang bagi kehidupan publik yang lebih dinamis.

5. Merancang kota yang ramah akan pejalan kaki.

Kota yang dirancang nyaman bagi para pejalan kaki akan memiliki dampak yang baik bagi para bayi, balita, dan pengasuh mereka. Selain menjadi moda transportasi yang menyehatkan dan gratis, berjalan kaki di kota yang telah dirancang dengan baik dapat mengurangi stres pada pengasuh. Kota yang dirancang ramah bagi pejalan kaki akan menjadi kota yang menarik bagi anak-anak kecil untuk menjelajahinya.

6. Membuat mobilitas di perkotaan menarik bagi anak-anak dan orang tua. 

Masyarakat di kota dapat menghabiskan waktu berjam-jam di kesehariannya dalam perjalanan. Pemerintah kota dapat mencoba mengubah perjalanan tersebut menjadi momen untuk belajar serta bermain. 

7.  Membatasi kendaraan bermotor di daerah-daerah yang ramai dengan anak-anak, balita, dan bayi.

Selain pembatasan kendaraan bermotor pribadi di pusat kota, untuk mengurangi kemacetan serta meningkatkan kualitas udara. Pemerintah kota dapat mengaplikasikan aturan-aturan tersebut di kawasan yang ramai dengan anak-anak, seperti  di jalan-jalan bermain di dekat sekolah dan jalanan lingkungan yang dipenuhi keluarga.

 

 

 

Untuk lebih tahu lebih lanjut mengenai isu ini, unduh “The Effects of Transportation on Early Childhood Development” disini. 

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Skip to content
Send this to a friend