April 03, 2020

Beralih

Dalam kondisi pandemi COVID-19, sangat disarankan untuk terus menjaga jarak setidaknya 2 meter antar individu dan tidak bepergian apabila tidak berkepentingan. Berjalan kaki & bersepeda menjadi opsi aman yang diterapkan baik pemerintah maupun warga kota selama pandemi ini berlangsung.


Bogota

 

Sejak tanggal 16 Maret, Walikota Bogota telah membuka 22km jalur sepeda tambahan dengan mengubah satu jalur mobil menjadi jalur sepeda dua arah untuk menjaga mobilitas dalam kota pada kondisi pandemi. Jalur sepeda tambahan itu kemudian diperpanjang hingga mencapai 76 kilometer. Sampai hari ini Bogota memiliki 500 kilometer jalur sepeda permanen dan 117 km jalur sepeda tambahan.

 

Dan pada tanggal 27 Maret, para pekerja medis juga menerima sepeda listrik dari operator micromobility (bike-sharing) MUVO untuk memfasilitasi mobilitas mereka. MUVO mengubah layanan 400 sepeda mereka dan memberikannya ke para pekerja medis untuk kebutuhan transportasi sehari-hari termasuk kepentingan personal selama satu bulan. Inisiatif ini merupakan hasil kerjasama LSM Despacio dan NUMO.

 



China 

Selama masa pandemi yang dimulai pada bulan Januari 2020, mobilitas warga terbilang mempunyai perubahan yang signifikan. Meski bersepeda sudah menjadi moda populer di China, ternyata bersepeda juga mengalami kenaikan penggunaan yang terbilang mencolok. Hasil survei ITDP China menemukan bahwa banyak warga yang beralih moda ke bersepeda. Di Beijing sendiri, sistem bike share mengalami kenaikan penggunaan hingga 150%. Operator bike-share juga melaporkan ada kenaikan panjang perjalanan lebih dari 3km dalam satu kali trip, yang sangat berbeda sebelum Covid-19. Di mana biasanya jarak di atas 3km diakomodir oleh mobil atau transportasi publik.

Selain sepeda, survei ITDP juga menemukan penurunan pengguna Metro dari sebelumnya mode share berada di angka 26% menjadi 14%. Bus juga mengalami penurunan mode share dari 17% menjadi 10%. Banyak pengguna yang dilaporkan beralih dari metro ke bus karena mereka tidak ingin merasa terperangkap di bawah tanah atau ruang terbatas dan merasa mempunyai lebih banyak opsi untuk menerapkan physical distancing di dalam bus. China sangat diuntungkan dengan sistem bus yang terintegrasi dengan metro dan bike sharing sehingga pengguna bisa lebih leluasa memilih moda transportasi mereka. (sumber: ITDP China)



Filipina

Facebook Group Lend-a-Bike: https://www.facebook.com/groups/lendabike/

Gerakan masyarakat juga turut berperan dalam membantu peralihan moda transportasi di masa kritis. Proyek The Lend-A-Bike di Filipina  adalah inisiatif yang bertujuan membantu menyediakan sepeda sebagai transportasi alternatif tanpa biaya bagi para pekerja garis depan dan tenaga medis di tengah masa karantina. Keberadaan grup facebok The Lend-A-Bike berfungsi sebagai platform untuk menghubungkan  para relawan yang ingin meminjamkan sepeda mereka kepada para pekerja yang membutuhkan. Sejak dibuat pada tanggal 19 Maret, hingga kini (2/4) telah terdapat 2573 member yang bergabung dalam grup tersebut.



New York 

Penggunaan Citi Bike, layanan bike sharing kota New York meningkat pesat selama bulan Maret 2020 (kredit foto: Kevin Hagen for The New York Times)

Warga kota New York mengalihkan pilihan modanya ke sepeda, sejak wabah Covid-19 merebak. Dilaporkan New York Times, Citi Bike, program bike-sharing kota New York mengalami lonjakan pemakaian hingga 67% di awal Maret 2020. Tercatat, ada 517.768 perjalan dalam periode tanggal 1-11 Maret 2020. Banyaknya warga yang beralih ke sepeda juga terlihat dari padatnya jembatan East River yang menghubungan Manhattan dengan Brooklyn dan Queens. Ada 21.300 penyeberangan sepeda dalam satu hari pada 9 Maret lalu. Jumlah ini naik hingga 52% dibanding angka penyeberangan dari tanggal yang sama tahun lalu. Dan di saat bersamaan, jumlah penumpang kereta bawah tanah dan kereta komuter mengalami penuruan yang sangat drastis. Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.



Kampala

Jalur sepeda di pusat kota Kampala

Dalam kondisi darurat seperti pandemi COVID-19, Presiden Uganda Yoweri Museveni telah mengakui betapa pentingnya keberadaan sepeda, terutama dalam keadaan di mana transportasi publik juga sedang tidak beroperasi. Bersepeda memastikan bahwa mobilitas warga akan tetap berjalan dalam jarak aman antar individu. Dalam beberapa tahun terakhir, Kampala telah mengambil langkah berani untuk merencanakan dan mengimplementasikan proyek dengan sarana untuk pejalan kaki dan pesepeda.

Langkah berani Kampala dalam menjalankan proyek NMT yang ambisius berbuah hasil yang nyata dalam memberikan akses kepada rakyat dan menunjukkan bahwa kita tidak bisa terus-menerus tunduk pada car-culture, terutama dalam situasi luar biasa seperti ini.



Silakan akses tautan-tautan berikut ini untuk mendapatkan informasi lebih mengenai upaya kota dalam menciptakan jalanan yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki dan pesepeda di Masa Pandemi:

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Skip to content
Send this to a friend