February 09, 2026
ITDP Indonesia Gelar Multistakeholder Dialogue untuk Kembangkan Strategi Pengisian Daya Kendaraan Listrik yang Inklusif dan Berkelanjutan
ITDP Indonesia, didukung oleh ViriyaENB, menyelenggarakan Multistakeholder Dialogue “Strategi Penyediaan Pengisian Daya Inklusif dan Berkelanjutan untuk Kendaraan Listrik di Indonesia” pada 27 November 2025 di Ashley Hotel, Tanah Abang, Jakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil survei ITDP terhadap 1.920 responden di empat kota metropolitan, yang menunjukkan bahwa 78% masyarakat masih ragu akan ketersediaan infrastruktur pengisian publik, sementara 80% belum yakin dapat melakukan pengisian di rumah.
Perwakilan kelompok rentan yang berpotensi menjadi pengguna utama kendaraan listrik roda dua, seperti Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), serta Persatuan Driver Gojek Indonesia, menjadi peserta dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya rumusan rekomendasi strategis untuk memastikan ketersediaan akses pengisian daya yang inklusif dan berkelanjutan bagi kelompok rentan, khususnya di lingkungan rumah tangga.
Sepanjang diskusi, para peserta membagikan pengalaman mereka dalam menggunakan motor listrik dan berbagai faktor yang memengaruhi keputusan untuk beralih. Meski motor listrik dinilai mampu memberikan penghematan biaya operasional dan kenyamanan berkendara, peserta mengungkap bahwa kesiapan ekosistem pendukung masih menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang tinggal di hunian padat, bekerja di sektor informal, atau memiliki kebutuhan aksesibilitas tertentu. Keragaman jenis hunian—mulai dari rumah tapak, kos, hingga rusun dan apartemen—juga menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat untuk mengisi daya di rumah sangat bergantung pada ketersediaan ruang, kapasitas listrik, serta aturan bangunan.
Diskusi kemudian berkembang pada kebutuhan akan dukungan kebijakan dan pedoman teknis yang dapat membantu masyarakat mengakses pengisian daya secara aman, mudah, dan terjangkau. Tidak hanya itu, peserta menilai bahwa kejelasan informasi mengenai biaya, skema subsidi, dan layanan purna jual sangat diperlukan. Mereka juga menekankan pentingnya menghadirkan titik pengisian daya komunal di tingkat permukiman guna memastikan akses yang merata bagi masyarakat dan mendorong pengembangan model motor listrik yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas agar tidak lagi harus mengandalkan modifikasi kendaraan yang mahal dan sulit diakses.
