March 31, 2026
ITDP Indonesia Berjejaring dengan Calon Pemimpin Perkotaan di Bijak Academy
ITDP Indonesia berpartisipasi dalam sesi berjejaring yang diselenggarakan oleh Bijak Memantau bertajuk “Tukar Cerita dengan Para Penggerak” pada 7 Maret di Oakwood Suites, Jakarta.
Sebagai bagian dari program Bijak Academy–Inkubator Penggerak Bijak, kegiatan ini mengundang sejumlah organisasi masyarakat sipil serta 20 mahasiswa aktif yang berasal dari sepuluh kota di Indonesia. Bertujuan membangun koneksi, sesi berjejaring ini mendorong para peserta dan ekosistem gerakan sosial—mulai dari organisasi non-pemerintah, lembaga pemikir (think tank), hingga komunitas lokal—seperti CISDI, Greenpeace, KontraS, dan lainnya, untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperluas peluang kolaborasi.
Untuk membangun pemahaman bersama mengenai peran para penggerak sosial dan generasi penerusnya yang tengah berkembang, program ini dirancang dalam dua segmen interaktif yang mendorong dialog antara peserta dan organisasi masyarakat sipil. Setelah sesi pembuka yang memberikan konteks kegiatan, para peserta mengikuti aktivitas “bertukar cerita” dengan format human bingo. Dalam sesi ini, peserta berkeliling dari satu organisasi ke organisasi lain untuk mempelajari berbagai inisiatif yang dijalankan sekaligus mengeksplorasi potensi kerja sama di masa depan.
Untuk memperdalam diskusi, peserta kemudian dibagi ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari enam hingga tujuh orang berdasarkan hasil asesmen kepribadian yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga dapat dipasangkan dengan organisasi yang paling relevan. Diskusi dilaksanakan dalam format speed dating dengan pembahasan tiga tema utama: sistem kelembagaan, kesejahteraan publik, serta keberlanjutan dalam pembangunan perkotaan. ITDP Indonesia, yang diwakili oleh Fani Rachmita, Senior Communications and Partnership Manager; Carlos Nemesis, Senior Urban Planning Associate; serta Rahmad Wandi Putra, Senior Transport Associate, berfokus pada diskusi bertema arsitektur berkelanjutan dan pembangunan perkotaan.
Dalam diskusi mengenai keberlanjutan, tim ITDP Indonesia memperkenalkan kerangka A-S-I (Avoid–Shift–Improve) sebagai prinsip panduan dalam mobilitas perkotaan berkelanjutan. Kerangka ini menyoroti berbagai strategi untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara, antara lain dengan meminimalkan perjalanan yang tidak perlu melalui sistem transportasi publik yang terintegrasi dan pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD); mendorong peralihan ke moda transportasi berkelanjutan melalui berbagai insentif kebijakan; serta meningkatkan kualitas dan efisiensi sistem transportasi yang telah ada.
Strategi-strategi tersebut tidak hanya mendukung upaya pengurangan emisi, tetapi juga mendorong efisiensi biaya serta keberlanjutan perkotaan dalam jangka panjang. Sebagai bagian dari kegiatan ini, buklet yang memuat prinsip-prinsip mobilitas berkelanjutan beserta penjelasannya turut dibagikan kepada para peserta untuk dipelajari lebih lanjut.