September 21, 2026

Di Hari Perhubungan Nasional, ITDP Indonesia Serukan Transportasi Publik yang Inklusif dan Rendah Emisi

Read the article in English

Pada hari Rabu, 16 September 2026, ITDP Indonesia menghadiri “Dialog Kebangsaan: Konektivitas, Teknologi, dan Mobilitas Berkelanjutan 2045” yang diselenggarakan oleh Wakil MPR RI Edhi Baskoro Yudhoyono dan jajaran fraksi Partai Demokrat DPR RI. Wakil Direktur Deliani Siregar hadir sebagai narasumber bersama dengan Staf Senior Transportasi Rahmad Wandi Putra.

Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menekankan pentingnya membangun sistem perhubungan nasional yang terintegrasi, aman, terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Ketua MPR RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono memberikan sambutan pada siang (17/9) itu.

Diskusi yang digelar di Ruang Delegasi Lantai 2, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang transportasi, mulai dari pemerintah, operator transportasi publik, dunia usaha, akademisi, praktisi, hingga generasi muda.

Tantangan dan perubahan cara pandang pembangunan transportasi nasional menjadi fokus dalam diskusi iniWakil Direktur ITDP Indonesia Deliani Siregar menggarisbawahi pentingnya memasukkan aspek inklusivitaspencegahan kekerasan berbasis gender, dan partisipasi perempuan di sektor perhubungan dalam RUU Sistem Transportasi Nasional (Sistranas). Dalam konteks hari inisalah satu tantangan yang perlu ditangani adalah koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah yang terintegrasi dengan optimal. 

Wakil Direktur ITDP Indonesia, Deliani Siregar hadir sebagai narasumber.

Ia juga menekankan perlunya penyelarasan aturan turunan elektrifikasi karena saat ini masih belum tersedia satu target yang sama, khususnya target elektrifikasi transportasi publik.

Ketua Umum MTI Dr. Ir. Haris Muhammadun, ATD., M.M., IPU menyoroti pentingnya transportasi sebagai urat nadi perekonomian nasional. Namun, penyelenggaraan transportasi publik di perkotaan belum menjadi prioritas utama karena sektor perhubungan masih dikategorikan sebagai pelayanan wajib non-dasar.

Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyebut bahwa transisi ke bus listrik tidak bisa hanya berhenti di elektrifikasi, tapi juga harus diiringi dengan pembangunan ekosistem depo dan SPKLU. Ia mendorong pengadaan terpusat untuk penyediaan SPKLU untuk menurunkan biaya pembangunan. Mengenai tantangan pendanaan, Deliani menyatakan hal ini dapat dipersiapkan dengan Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP).

Pada akhirnya, Ketua MPR RI tersebut menegaskan bahwa makna Indonesia terkoneksi bukan sekadar memiliki lebih banyak jalan, rel, pelabuhan, atau bandara.

“Indonesia terkoneksi adalah ketika orang bisa bergerak, barang bisa bergerak, informasi bisa bergerak, dan kesempatan bisa bergerak,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan momentum Hari Perhubungan Nasional sebagai titik penguatan komitmen bersama dalam membangun konektivitas nasional.

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Send this to a friend