September 30, 2026

ITDP Indonesia Mendukung Elektrifikasi Bus Listrik Untuk Mendukung Target Nol Emisi

Target pemerintah Indonesia untuk mencapai target net-zero atau nol bersih paling lambat di 2060 membutuhkan upaya terpadu. Salah satu cara untuk mencapai target ini adalah dengan mendorong kota rendah polusi, salah satunya lewat elektrifikasi transportasi publik. Solusi ini dikemukakan oleh Direktur Asia Tenggara ITDP Gonggomtua Sitanggang dalam event CNN Indonesia EVolution Forum pada 30 September 2026. Diskusi interaktif bertajuk “Powering Indonesia’s Future: Green Cars, Blue Skies membawa berbagai narasumber ahli untuk membicarakan solusi-solusi untuk mendukung target Indonesia nol emisi.

Gonggomtua hadir di sesi diskusi kedua bersama dengan Guru Besar Universitas Pertamina Iman Kartolaksono Reksowardojo dan Ketua Umum Periklindo dan Senior Manager Marketing Communications MA Achmad Rofiqi.

Diskusi dibuka oleh Iman yang membicarakan potensi biodiesel 50 persen (B50) sebagai alternatif energi yang bisa mendukung pengurangan emisi kendaraan. Guru Besar Universitas Pertamina tersebut menyebutkan bahwa B50 dan kendaraan listrik dapat berjalan bersamaan. Menurutnya, penggunaan B50 dapat menjangkau berbagai daerah Indonesia yang belum memiliki infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

“Kita harus bijak, jangan dibenturkan harus EV, harus biofuel. Sama-sama harus jalan karena masing-masing punya keuntungan,” jelasnya.

Topik pembicaraan berganti ke bus listrik. Gonggomtua menjelaskan pentingnya elektrifikasi bus listrik dalam mewujudkan kota rendah emisi. Elektrifikasi bus listrik dapat membawa keuntungan, berupa:

  1. Pengurangan emisi
  2. Biaya operasional yang lebih hemat – bus listrik memiliki biaya operasional lebih rendah dari bus konvensional (ICE)
  3. Perencanaan yang lebih mudah karena rute, lokasi depo, dan jadwal pengisian sudah terprediksi
  4. Momentum reformasi transportasi publik lewat pembaruan armada dan peningkatan kualitas layanan

Namun, saat ini pemerintah belum menciptakan peraturan untuk elektrifikasi transportasi publik. “Kami selalu mendorong Kementerian Perhubungan untuk membuat peraturan peta jalan adopsi bus listrik,” ujarnya. Peta jalan ini dapat memberikan insentif dan panduan bagi pemerintah-pemerintah daerah untuk mengelektrifikasi bus di wilayah masing-masing serta sinyal positif untuk industri.

“Bus listrik ini belum ada insentif bagi bus listrik ataupun bagi industrinya, apakah itu potongan harga, bantuan R&D, atau sales, karena ini yang selalu juga ditanyakan oleh pemerintah daerah,” ujar Gonggomtua.

Merespons hal ini, Achmad selaku Ketua Umum Periklindo menyatakan industri tidak hanya membutuhkan konsistensi kebijakan pemerintah, tapi juga harmonisasi kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Ia juga menekankan pentingnya fasilitas pendukung bus listrik untuk mendukung perpindahan masyarakat dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Selain elektrifikasi bus, Gonggomtua juga menyatakan upaya ITDP untuk mendorong kota rendah emisi (compact city electrified). Dalam kota ini, masyarakat bisa dengan mudah mengakses fasilitas umum, komersial, dan kesehatan hanya dengan bersepeda atau berjalan kaki. Kota rendah emisi ini dapat membuat cita-cita emisi nol yang menjadi target pemerintah tercapai. Selain itu, masyarakat juga bisa ikut membantu menekan laju perubahan suhu di bawah 1,5 derajat celcius.

Lewat acara ini, ITDP Indonesia menekankan komitmen untuk mendukung target nol emisi Indonesia lewat elektrifikasi bus listrik.

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Send this to a friend