June 24, 2026

ITDP Indonesia Berbagi Wawasan dengan Mahasiswa Universitas Tadulako

Pada 23 Juni 2026, ITDP Indonesia menerima kunjungan dari mahasiswa dan dosen jurusan Teknik Arsitektur Universitas Tadulako dalam sesi pelaksanaan kegiatan “Observasi Wilayah dan Kota“. 

Sesi pagi itu dibuka dengan presentasi yang memperkenalkan profil dan visi-misi ITDP, dilanjutkan dengan fokus tematik studi ITDP yaitu transportasi terintegrasi (integrated transport network), moda transportasi non-motor (non-motorized transport), pembangunan berbasis transit (transit-oriented development/TOD), dan manajemen kebutuhan lalu lintas (traffic demand management). 

Sesi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Topik pertanyaan dari mahasiswa berputar pada acuan desain ruang pejalan kaki dan pesepeda yang dapat menunjang mobilitas jarak jauh masyarakat dan pembangunan berbasis transit yang sesuai dengan topografi kota Palu yang cenderung bergelombang dan rentan mengalami bencana alam. 

Carlos Nemesis selaku Senior Urban Planning Associate, Mega Primata selaku Urban Planning Associate II, dan Ajani Raushanfikra selaku Urban Planning and Inclusivity Associate hadir sebagai perwakilan dari ITDP menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan merujuk pada studi-studi ITDP sebelumnya.  

Untuk merespons pertanyaan mengenai desain ruang pejalan kaki dan pesepeda yang sesuai dengan topografi kota Palu, ITDP mencontohkan studi peningkatan infrastruktur pejalan kaki dan pesepeda di Bogor yang memiliki profil topografi yang mendekati Palu; soal penataan ruang parkir sepeda di dekat halte atau stasiun untuk mendorong penggunaan sepeda, kota Medan dapat dijadikan acuan.

Mengenai pertanyaan seputar bagaimana Palu dapat mengimplementasikan pembangunan berbasis transit seperti di Jakarta, tim ITDP menyebut bahwa hal terpenting dari tata kota yang ideal adalah pembangunan menggunakan lahan seefisien mungkin (densify) tapi tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah. Dalam konteks Palu yang rawan bencana gempa, pembangunan vertikal low-mid rise yang hanya 5 sampai 10 lantai dapat diterapkan.  

Melalui acara ini, ITDP Indonesia menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung penelitian akademik dan mendorong dialog dengan para calon perencana kota di Indonesia. 

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Send this to a friend