July 27, 2026

ITDP Indonesia dan Buibu Baca Buku Book Club Mengajak Anak-anak Untuk Menggambar Transportasi Impian Mereka

Read the article in English

Sebuah toko kue yang beroperasi 24 jam. Papan yang menunjukkan informasi kedatangan bus di halte khusus bus listrik. Kereta yang tersambung langsung ke gedung. Jalur khusus bagi penyandang disabilitas netra. Ditambah jalur khusus pesepeda dan pengguna sepatu roda untuk mendorong orang-orang untuk menggunakan keduanya. Itulah sebagian dari “Kota Ajaib” yang dibayangkan oleh anak-anak dalam sesi menggambar di event “Berpetualang Membuat Kota Ajaib jadi Nyata!”

Event yang diadakan pada 19 Juli 2026 ini merupakan buah kolaborasi ITDP Indonesia dan Buibu Baca Buku Book Club (BBB) yang juga didukung oleh Clean Mobility Collective Southeast Asia (CMC SEA). Bertempat di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, event ini diadakan untuk mendiskusikan bagaimana menciptakan kota yang ramah anak.

Sesi pagi itu dimulai dengan sesi menggambar transportasi impian. Sebelum menggambar, anak-anak berkumpul untuk mendengarkan pembacaan buku cerita “Petualangan Setya dan Tara di Kota Ajaib” oleh BBB agar memberikan gambaran mengenai “Kota Ajaib”.

Sesi ini mengajarkan bahwa setiap anak memiliki perspektif yang unik mengenai “Kota Ajaib impiannya. Ada yang menggambarkan bus listrik terbang, bus yang ditenagai oleh panel surya, pabrik yang mengeluarkan asap eco-friendly, dan masih banyak lagi. Namun, ada benang merah yang menyatukan imajinasi mereka: kota dan transportasi publik yang aksesibel untuk anak, pengasuh, dan kelompok disabilitas.

Hal inilah yang menjadi jantung dalam diskusi “Mewujudkan Transportasi yang Ramah Anak” yang berlangsung pada siang hari. Diskusi ini dipimpin oleh Widyarini Weningtyas, Dosen Teknik Sipil ITB dan inisiator NaviStation dengan pembicara Wakil Koordinator Staf Khusus DKI Jakarta Yustinus Prastowo, Wakil Direktur ITDP Indonesia Deliani Siregar, serta Pendiri dan Direktur Eksekutif BBB Puty Puar.

Gonggomtua Sitanggang, Direktur Asia Tenggara ITDP

Sesi dibuka dengan sambutan dari Direktur ITDP Asia Tenggara Gonggomtua Sitanggang dan Puty Puar. Keduanya mengucapkan bahwa ruang diskusi kali ini akan secara khusus menyoroti kebutuhan kelompok anak-anak dan ibu yang memiliki pola pergerakan yang jauh berbeda, seperti kebutuhan terhadap kejelasan informasi publik hingga aksesibilitas jalan yang rata untuk stroller.

Sebagai pemantik diskusi, pemilik tiga karya terpilih dipanggil untuk mempresentasikan gambar mereka ke peserta dan panelis. Qiana (8) membayangkan kota dengan halte yang informatif dan parkir sepeda, Nakami (9), menggambar jalur khusus bagi pesepeda, pengguna sepatu roda dan penyandang disabilitas netra serta kereta yang melintas di atas air, sementara Raditya (10), menghadirkan bus listrik, kereta yang terhubung langsung ke bangunan, dan jalanan yang rindang.

Deliani Siregar, Wakil Direktur ITDP Indonesia

Deliani menjelaskan tema “Kota Ajaib” dipilih karena anak melihat kota dari sudut pandang yang berbeda. “Kami melihat anak-anak memiliki perhatian yang luar biasa terhadap detail yang sering terlewat oleh orang dewasa. Mereka memandang kota dari tinggi mata sekitar 95 sentimeter, sehingga pengalaman mereka terhadap ruang kota juga berbeda,” ujarnya.

Yustinus menilai benang merah dari gambar-gambar tersebut adalah imajinasi anak tentang kota ideal yang sudah semestinya menjadi bagian dari perencanaan kota. “Anak-anak punya imajinasi tentang bagaimana kota ideal menurut mereka, dan itu perlu menjadi bagian dari perencanaan yang baik. Kesadaran mereka terhadap kualitas udara dan ruang kota justru sangat menarik,” ujarnya.

Puty menyatakan anak cenderung menggambar hal-hal yang benar-benar mereka alami sehari-hari, mulai dari stroller hingga akses menuju transportasi umum. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perencanaan kota perlu lebih banyak mendengarkan suara anak dan keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus perayaan Hari Anak Nasional pada 23 Juli, 16 karya anak tentang kota ajaib versi mereka dipajang di dalam 8 armada bus listrik TransJakarta Koridor 1 selama 1 bulan ke depan.

Melalui kegiatan ini, ITDP Indonesia berharap perspektif anak dapat menjadi salah satu masukan dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih inklusif, ramah lingkungan, dan berpusat pada kebutuhan masyarakat.

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Send this to a friend