October 19, 2026

ITDP Indonesia Soroti Peran Tactical Urbanism dalam Mewujudkan Ruang Jalan yang Lebih Aman

Ruang jalan tidak hanya berfungsi sebagai jalur kendaraan, tetapi juga dapat menjadi ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Melalui pendekatan tactical urbanism, ruang jalan dapat ditata ulang untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna yang lebih beragam, terutama anak-anak.

Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi “Publik Menata Ruang Publik” yang berlangsung di Pantai Segara Ayu, Sanur, pada 13 Oktober 2026. Event diskusi yang diadakan oleh Pekan Iklim Bali yang berlangsung selama 13-17 Okober 2026 ini mengundang Deputy Director ITDP Indonesia Deliani Siregar, Transport and Urban Design Specialist WRI Indonesia Dini Amatullah,  Arsitek/Urban Planner EcoSanur Movement Together Antonio Ismael Risianto, dan Community Development Specialist WRI Indonesia Ngurah Termana.

“Sepertiga lahan terbangun di Kota Denpasar adalah jaringan jalan, namun jalan saat ini belum baik-baik saja karena angka kecelakaan di Kota Denpasar dari tahun 2022 dan 2024 naik 2,5 kali lipat. Banyak anak kehilangan jalan sebagai ruang aman dan ini perlu menjadi perhatian bagaimana kita akan mendesain ruang untuk anak-anak.” Ungkap Dini Amatullah, Transport and Urban Design Specialist WRI Indonesia.

Merespons hal ini, Deliani menyoroti pentingnya intervensi ruang jalan untuk meningkatkan keselamatan dan menciptakan ruang yang lebih ramah bagi anak-anak.

“Intervensi lebih ke ruang jalan akan berpengaruh pada aspek keselamatan. Reka jalan share street akan memberi ruang yang lebih lega, utamanya bagi anak-anak,” ujar Deliani.

Pendekatan tactical urbanism memungkinkan penataan ruang dilakukan secara temporer untuk menguji desain dan pemanfaatan ruang sebelum diterapkan secara permanen. Namun, penerapannya perlu disertai indikator pemantauan dan evaluasi yang jelas. Deliani menekankan pentingnya evaluasi berkala, misalnya setelah tiga bulan implementasi, untuk meninjau efektivitas intervensi dan mengidentifikasi aspek yang perlu disesuaikan. Evaluasi ini juga berfungsi untuk memperjelas pembagian peran dan tanggung jawab setiap pihak yang terlibat, termasuk masyarakat sebagai pengguna ruang tersebut. Dengan begitu, intervensi yang dilakukan tidak berhenti pada perubahan fisik ruang, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan ruang publik yang lebih aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Di Sanur, pendekatan ini diwujudkan melalui penataan area yang sebelumnya digunakan sebagai tempat parkir kendaraan di depan Pura Dalem Segara, Desa Adat Intaran, dan Warung Men Weti. Area tersebut ditata menjadi ruang publik yang dilukis bersama masyarakat, dilengkapi perpustakaan keliling dan area bermain anak.

Pelibatan masyarakat dalam proses penataan menjadi bagian penting untuk memastikan ruang publik dapat digunakan dan dinikmati oleh beragam kelompok. Melalui uji coba dan evaluasi yang terukur, tactical urbanism dapat membuka peluang untuk menciptakan ruang kota yang lebih inklusif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan manusia.

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Send this to a friend