November 05, 2026

Dukung Perencanaan Elektrifikasi Bus di Daerah, ITDP Indonesia Luncurkan E-Bus Hub 

Percepatan elektrifikasi angkutan umum perkotaan membutuhkan lebih dari sekadar pengadaan armada bus listrik. Pemerintah daerah dan operator juga perlu mempersiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari kesiapan layanan dan rute, infrastruktur pengisian daya, hingga kebutuhan investasi dan biaya operasional. Untuk mendukung proses tersebut, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, dengan dukungan ViriyaENB dan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, meluncurkan E-Bus Hub, sebuah platform yang menyediakan informasi, data, referensi, serta perangkat pendukung perencanaan elektrifikasi bus di Indonesia. 

Peluncuran E-Bus Hub menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem pengetahuan dan perencanaan elektrifikasi bus di Indonesia. Pasalnya, setiap kota memiliki karakteristik, kebutuhan, serta tingkat kesiapan yang berbeda dalam mengimplementasikan bus listrik. Di sisi lain, berbagai studi, data, rekomendasi kebijakan, dan perangkat pendukung perencanaan masih tersebar di berbagai sumber. Kondisi ini dapat menyulitkan pemerintah daerah dan operator dalam mengakses informasi yang dibutuhkan untuk menyusun strategi elektrifikasi. 

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, E-Bus Hub dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan antara ketersediaan pengetahuan dan implementasi elektrifikasi bus di tingkat daerah. Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, menekankan bahwa keberhasilan elektrifikasi tidak hanya diukur dari jumlah armada bus listrik yang beroperasi, tetapi juga dari kesiapan kota dalam merencanakan dan mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam sistem angkutan umum. 

“Elektrifikasi bus bukan sekadar mengganti kendaraan, tetapi juga memastikan kota memiliki perencanaan yang tepat untuk mengimplementasikannya. Melalui E-Bus Hub, kami ingin membantu pemerintah daerah dan operator mengakses pengetahuan dan perangkat perencanaan tanpa harus memulai dari nol. Karena pada akhirnya, tujuan elektrifikasi bukan hanya menghadirkan lebih banyak bus listrik, tetapi juga transportasi publik yang lebih baik dan rendah emisi,” ujar Gonggomtua. 

Direktur Angkutan Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Muiz Thohir, menyampaikan bahwa pemerintah tengah memperkuat landasan kebijakan nasional untuk mendorong percepatan elektrifikasi angkutan umum perkotaan. 

“Kementerian Perhubungan tengah mendorong penyusunan landasan hukum nasional untuk elektrifikasi angkutan umum perkotaan. Landasan hukum ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan arah kebijakan yang jelas, termasuk mandat bagi pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan percepatan elektrifikasi bus. Dengan adanya kerangka kebijakan tersebut, transisi menuju bus listrik untuk mendorong sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan dapat direncanakan dan dilaksanakan secara bertahap dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan,” tutur Muiz. 

Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus, menyampaikan bahwa E-Bus Hub merupakan kelanjutan dari kemitraan ViriyaENB bersama ITDP Indonesia dalam mendorong elektrifikasi transportasi publik sejak 2023. “Kolaborasi kami dengan ITDP Indonesia bermula dari penyusunan Peta Jalan Elektrifikasi Transportasi Publik di tingkat nasional. Kini, upaya tersebut perlu diperkuat di tingkat daerah, pemerintah provinsi dan kota berperan penting dalam mendorong peningkatan layanan transportasi publik. Melalui E-Bus Hub, kami berharap para pengambil kebijakan di daerah dapat memperoleh bekal pengetahuan dan referensi yang dibutuhkan untuk mulai mengambil langkah menuju penyediaan sistem transportasi darat perkotaan yang rendah karbon dan terjangkau.”

Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus, menyampaikan bahwa pengembangan E-Bus Hub merupakan kelanjutan dari kemitraan ViriyaENB dan ITDP Indonesia dalam mendorong elektrifikasi transportasi publik sejak 2023. Setelah berkolaborasi dalam penyusunan Peta Jalan Elektrifikasi Transportasi Publik di tingkat nasional, upaya selanjutnya perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menerjemahkan kebijakan menjadi langkah implementasi. 

“Kolaborasi kami dengan ITDP Indonesia bermula dari penyusunan Peta Jalan Elektrifikasi Transportasi Publik di tingkat nasional. Kini, upaya tersebut perlu diperkuat di tingkat daerah, pemerintah provinsi dan kota berperan penting dalam mendorong peningkatan layanan transportasi publik. Melalui E-Bus Hub, kami berharap para pengambil kebijakan di daerah dapat memperoleh bekal pengetahuan dan referensi yang dibutuhkan untuk mulai mengambil langkah menuju penyediaan sistem transportasi darat perkotaan yang rendah karbon dan terjangkau,” ungkap Suzanty. 

Tiga Fitur untuk Mendukung Perencanaan Elektrifikasi Bus 

Untuk menjawab kebutuhan informasi dan perencanaan tersebut, E-Bus Hub menghadirkan tiga fitur utama yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, operator, serta pemangku kepentingan lainnya. 

Pertama, Peta Sebaran Bus Listrik, sebuah peta interaktif yang menyajikan gambaran perkembangan dan implementasi bus listrik di berbagai kota di Indonesia. Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat sebaran armada sekaligus memantau perkembangan elektrifikasi bus di kota-kota seperti Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan DI Yogyakarta. 

Kedua, Kalkulator Perencanaan Bus Listrik, yang memungkinkan pengguna mengeksplorasi berbagai skenario elektrifikasi melalui simulasi awal. Fitur ini mencakup estimasi kebutuhan biaya investasi dan operasional, skenario pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dan polusi, serta potensi manfaat elektrifikasi. Hasil simulasi dapat menjadi bahan pertimbangan awal bagi pemerintah daerah dan operator dalam menyusun rencana elektrifikasi, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan kajian teknis lebih lanjut serta kondisi aktual masing-masing daerah. 

Ketiga, Pusat Pengetahuan (Knowledge Hub), yang menghimpun berbagai studi, publikasi, data, dan rekomendasi kebijakan terkait elektrifikasi bus. Materi yang tersedia mencakup beragam aspek, mulai dari teknologi dan operasional hingga pembiayaan dan kebijakan. Dengan demikian, E-Bus Hub dapat menjadi sumber referensi bagi pemerintah, operator, praktisi, peneliti, jurnalis, maupun masyarakat umum yang ingin memahami lebih jauh perkembangan elektrifikasi bus di Indonesia. 

Peluncuran E-Bus Hub juga melibatkan perwakilan dari Semarang, Medan, dan DI Yogyakarta yang saat ini berada pada tahapan berbeda dalam perencanaan maupun implementasi bus listrik. Keterlibatan berbagai daerah ini menunjukkan bahwa kebutuhan perencanaan elektrifikasi tidak dapat disamaratakan. Setiap daerah memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik layanan, kapasitas, serta kesiapan masing-masing. 

Ke depan, ITDP Indonesia akan bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemeliharaan E-Bus Hub, termasuk pembaruan data, pengayaan informasi, serta penyempurnaan fitur seiring perkembangan elektrifikasi bus di Indonesia. Melalui platform ini, ITDP Indonesia berharap pemerintah daerah dan operator dapat memiliki akses yang lebih mudah terhadap pengetahuan dan perangkat pendukung untuk mengambil keputusan berbasis data, sekaligus menyusun tahapan implementasi elektrifikasi yang lebih terarah. 

Pada akhirnya, elektrifikasi bus bukan semata-mata tentang mengganti teknologi kendaraan, melainkan bagian dari upaya membangun sistem angkutan umum yang lebih baik, rendah karbon, dan terjangkau. Dengan memperkuat akses terhadap informasi dan perangkat perencanaan, E-Bus Hub diharapkan dapat mendukung semakin banyak daerah untuk mengambil langkah nyata dalam mewujudkan sistem angkutan umum perkotaan yang berkelanjutan. 

E-Bus Hub dapat diakses melalui: https://buslistrik.itdp-indonesia.org.

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Send this to a friend