April 28, 2026
Delegasi Tanzania Studi Banding Sistem Transportasi Urban Jakarta Dipandu PT Transjakarta dan ITDP Indonesia
Pada 20-22 April 2026 ITDP Indonesia bekerja sama dengan PT Transjakarta mendampingi delegasi Tanzania yang tergabung dalam kelompok Dar es Salaam Urban Transport Improvement Project (DUTP) untuk studi banding mengenai cara kerja sistem transportasi urban Jakarta.
Program yang bertajuk Public Transport Study Tour: 3 Days Executive Learning Program merupakan acara berbagi pengetahuan yang meliputi kebijakan strategis, kerangka peraturan, dan praktik lapangan yang didesain untuk membantu percepatan reformasi sistem BRT di Tanzania.
Di hari ketiga acara, 22 April 2026, para delegasi berkumpul di kantor pusat PT Transjakarta untuk mendengarkan paparan Mizandaru Wicaksono, Urban Policy Manager ITDP Indonesia, mengenai kebijakan tarif sistem transportasi urban Jabodetabek yang meliputi KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta. Dalam paparannya, Mizandaru menjelaskan tentang studi ITDP Indonesia mengenai integrasi transportasi umum Jakarta—termasuk tata kelola, skema tarif, dan transit hub.
Persoalan utama yang menjadi sorotan skema tarif transportasi umum Jakarta yang meliputi Transjakarta, Mikrotrans, MRT, LRT, LRT Jabodebek, KRL, dan angkot. Perbedaan kepemilikan moda membuat skema integrasi tarif sulit untuk diaplikasikan—sejauh ini, hanya Transjakarta, Mikrotrans, MRT, dan LRT yang menerapkan skema tarif integrasi seharga Rp10.000 selama 3 jam perjalanan.
Selain masalah integrasi tarif, isu kenaikan tarif yang tak kunjung terwujud juga menjadi bahasan yang panjang. Beberapa delegasi Tanzania mempertanyakan alasan tarif tidak dinaikkan walau kebijakan ini penting untuk merespons harga bahan bakar dan perawatan yang semakin melambung sekaligus mengurangi beban subsidi pemerintah dan meningkatkan kualitas layanan transportasi umum. Mizandaru menjawab dengan mengakui bahwa ini adalah masalah yang pelik, dipengaruhi oleh keberatan masyarakat akan dampak ekonomi dan pertimbangan kondisi perekonomian nasional yang kurang kondusif.
Walau begitu, pemerintah DKI Jakarta sudah menerapkan kebijakan tarif konsensi untuk 15 kelompok, sebagian diantaranya adalah disabilitas, anak-anak, lansia, masyarakat kurang mampu, dan penduduk Kepulauan Seribu. Untuk memastikan program ini berkelanjutan, ITDP menyarankan untuk menargetkan penerima berdasarkan status kerentanan. Proses verifikasinya harus mudah diakses, seperti lewat situs resmi, kantor pos, atau verifikasi langsung.
Agenda dilanjutkan dengan tur keliling Jakarta menggunakan berbagai layanan transportasi umum Jakarta. Rute pertama dimulai dengan menaiki bus premium Royaltrans dari kantor pusat PT Transjakarta ke stasiun LRT Cawang. Dari sini, tim delegasi Tanzania didampingi oleh tim Transjakarta dan ITDP Indoesia menaiki LRT Jabodebek ke stasiun LRT Pancoran. Rombongan berjalan ke halte bus Pancoran, membelah jalanan Jakarta Selatan dengan bus 13B ke tujuan halte CSW. Setelahnya, tim mengelilingi Area Integrasi MRT ASEAN-CSW dipandu oleh tim Transjakarta yang menjelaskan moda transportasi yang ada di Jakarta sekaligus sejarah area integrasi ini.
Perjalanan dilanjutkan dari MRT ASEAN ke MRT Bundaran HI, di mana rombongan melanjutkan perjalanan dengan menaiki Transjakarta 1P. Bus melaju ke arah Pos Bloc Pasar Baru, di mana rombongan dihadiahi cenderamata Transjakarta. Akhir perjalanan ditutup dengan menaiki bus Open Top Tour, menjelajahi tempat-tempat historis Jakarta sambil menikmati musik pop Tanzania. Setelah perjalanan sekitar 40 menit, rombongan kembali lagi ke Pos Bloc Pasar Baru.
Rangkaian acara ini ditutup dengan makan malam di restoran Al Jazeera, Jakarta Pusat.