June 11, 2026

ITDP Indonesia Menekankan Pentingnya Kebijakan Transportasi yang Terintegrasi dan Inklusif di Jakarta Future Festival 2026

Pada 5-7 Juni 2026, pemerintah DKI Jakarta menggelar Jakarta Future Festival (JFF) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan ruang temu antara pemerintah dan warga untuk mendiskusikan arah gerak pembangunan Jakarta menuju kota global yang akan berusia lima abad. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) untuk menunjukkan bagaimana Jakarta sebagai kota yang hidup. Dari berbagai pameran dan diskusi yang berlangsung sama tiga hari ini, para pengunjung, fasilitator, dan regulator bisa duduk bersama untuk merencanakan masa depan Jakarta.

JFF tahun ini menghadirkan 52 sesi diskusi yang terdiri atas 45 Urban Talks dan tujuh Jakarta Forecast. Festival ini melibatkan 250 pembicara, termasuk 10 pembicara internasional, serta menghadirkan 27 pertunjukan musik dan seni budaya. Tak lupa booth F&B UMKM DKI Jakarta yang dikurasikan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan Dinas Perindustrian, Perdangangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DPPKUKM) DKI Jakarta. Seluruh kegiatan dirancang untuk menumbuhkan rasa memiliki dan menarik partisipasi aktif masyarakat terhadap arah pembangunan Jakarta.

ITDP Indonesia hadir sebagai pembicara dalam dua sesi Urban Talks dan penanggap di workshop menilai mobilitas Jakarta yang diadakan oleh Rujak Center for Urban Studies (RCUS) dan Knods Playground.

Southeast Asia Director Gonggomtua Sitanggang, menghadiri diskusi “ERP dan Masa Depan Mobilitas Jakarta” yang diselenggarakan pada 6 Juni 2026. Presentasi dimulai dengan polemik Jakarta hari ini: moda transportasi publik sudah beragam dan jangkauannya sudah luas, tapi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi masih tinggi. Walau 78% daerah Jakarta sudah tersambung dengan layanan transportasi publik massal, 80% perjalanan di Jakarta masih dilakukan menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk menanggulangi hal tersebut, diperlukan kerangka strategi ASI (avoid-shift-improve) dan kebijakan push-pull yang mumpuni. Electronic road pricing (ERP) menjadi salah satu kebijakan avoid and shift yang tepat sebagai solusi untuk kemacetan Jakarta. Kebijakan ERP sendiri telah dicoba di berbagai negara, mulai dari Swedia (Stockholm dan Gothenburg), Amerika Serikat (New York), Inggris (London), serta Singapura dan terbukti sukses untuk mendorong masyarakat untuk meninggalkan transportasi pribadi dan beralih ke transportasi publik.

Dalam sesi presentasi ini, Gonggomtua menekankan kebijakan ERP tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus dibarengi dengan strategi kebijakan push and pull yang mumpuni. Dalam hal ini, Jakarta bisa belajar dari London yang telah sukses mengimplementasikan kebijakan push and pull yang kuat. Kebijakan pull diterapkan lewat investasi transportasi publik, penambahan rute dan moda transportasi publik rendah emisi, serta pembangunan perumahan di sekitar pusat transit kota. Sementara kebijakan push dilakukan lewat congestion charging, ultra low emission zone (ULEZ), ERP, dan manajemen parkir. Hasilnya, London berhasil mengurangi emisi, polusi lingkungan, dan kecelakaan lalu lintas.

Presentasi ditutup dengan beberapa poin penting. Pertama, ITDP menekankan bahwa kebijakan ERP tidak bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan daerah dan semua pendapatan dari ERP harus dialokasikan untuk perbaikan dan penambahan infrastruktur mobilitas berkelanjutan. Kedua, penerapan kebijakan ERP akan dapat dilakukan jika masyarakat sudah memiliki alternatif mobilitas yang memadai, terjangkau, dan mudah diakses. Dan ketiga, kombinasi push and pull yang seimbang akan meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan, menurunkan emisi dan polusi udara, serta meningkatkan keselamatan masyarakat di jalan.

oplus_137363456

Di hari ketiga JFF, tepatnya pada tanggal 7 Juni 2026, Senior Urban Planning Associate Carlos Nemesis menjadi penanggap di “Sensing Mobility: Menilai Transportasi Jakarta yang diadakan oleh Rujak Center for Urban Studies dan Knods Playground. Dalam sesi workshop ini, para peserta diajak untuk menjajal dan menilai kualitas layanan transportasi Jakarta. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok: Peserta dibagi menjadi tiga kelompok: KRL, Transjakarta, dan mixed mode (Transjakarta dan Jaklingko). Perjalanan dimulai dari Terowongan Kendal menuju Taman Ismail Marzuki. Sesampainya di tujuan, para peserta diminta untuk menjabarkan pengalamannya.

oplus_137363456

Para peserta dengan semangat menceritakan pengalaman dalam menggunakan masing-masing moda. Kelompok yang menggunakan mixed mode sampai di lokasi lebih cepat dibanding kelompok KRL dan Transjakarta. Kelompok KRL mengalami sendatan di Stasiun Manggarai, sementara kelompok Transjakarta perlu berjalan beberapa ratus meter untuk sampai di lokasi. Diskusi sampai ke satu kesimpulan: pentingnya ada layanan angkutan umum terintegrasi dengan pemastian moda feeder untuk mempersingkat waktu perjalanan.

Pada siang harinya, Deputy Director ITDP Indonesia Deliani Poetriayu Siregar hadir sebagai pembicara di “Pekerjaan Hijau di Era Platform dan Transisi Energi Berkeadilan”. Elektrifikasi menjadi topik utama pada siang itu. Pipit Pitriasih, perwakilan mitra ojol listrik menceritakan bagaimana elektrifikasi ojol memberikan peluang kerja yang lebih luas kepada perempuan dan kelompok rentan.

Pengalamannya sejalan dengan temuan ITDP (2024) yang menunjukkan mobilitas elektrik mendorong kesetaraan gender di Indonesia. Rangka motor yang lebih kecil dan harga yang bersaing dengan motor pembakaran dalam membuat sepeda motor listrik lebih cocok untuk digunakan perempuan dan kelompok disabilitas. Tak hanya itu, elektrifikasi juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru di sektor hijau. ITDP mencontohkan program “Women Empowerment: Pelatihan Mengemudi Khusus Perempuan” yang dilaksanakan bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan dukungan UNEP dan BMZ Germany. Para peserta yang lulus langsung dipekerjakan sebagai pengemudi untuk armada bus listrik yang baru ditambahkan ke jajaran fleet Transjakarta.

 

Acara siang itu ditutup dengan penyerahan bingkisan dari RCUS dan foto bersama dengan para narasumber.

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Send this to a friend