May 25, 2026

ITDP Indonesia Dukung Kebijakan Mobilitas Perkotaan yang Lebih Komprehensif di Busworld Southeast Asia 2026

Dalam beberapa waktu terakhir, bus menjadi moda transportasi yang paling banyak mengalami perubahan transformatif – menjadi lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan. Perkembangan bus begitu signifikan di Asia Tenggara, utamanya Indonesia sebagai pemain kunci industri bus dengan basis industri bus yang besar dan ekosistem karoseri yang memiliki kerja sama erat dengan industri chassis internasional.

Oleh karena itu, Busworld Southeast Asia kembali mengadakan event biannual-nya di Indonesia. Berlokasi di Jakarta International Expo Kemayoran pada 20-22 Mei 2026, Busworld Indonesia kembali mengundang ITDP sebagai media partner sekaligus moderator dan pembicara dalam sesi konferensi di tanggal 20 dan 22 Mei.

Pada hari pertama Busworld di 20 Mei 2026, Transport Associate ITDP Indonesia Rifqi Khoirul Anam berperan menjadi moderator dalam sesi “Accelerating Bus Electrification and Charging Infrastructure in Urban Centers”. Senior Policy Analyst Kementerian Koordinasi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Tahyanto Abdillah, Kasie Angkutan Orang Dalam Trayek dan Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta Made Jony Sasrawan, Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Transjakarta Raditya Maulana Rusdie, dan President Director INVI Alif Sasetyo hadir sebagai pembicara.

Transisi elektrifikasi listrik menjadi pusat pembicaraan sesi ini. Pemaparan pertama dilakukan oleh Senior Policy Analyst Kementerian Koordinasi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Tahyanto Abdillah yang menunjukkan peta jalan transisi elektrifikasi kendaraan Indonesia. Pemerintah saat ini sedang menyusun beberapa strategi adopsi kendaraan listrik, yaitu pembuatan insentif fiskal dan non-fiskal, percepatan infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), skema pembelian untuk kendaraan transportasi publik berbasis baterai, pembangunan bengkel khusus kendaraan listrik di berbagai daerah, dan pembuatan baterai dalam negeri.

Pemaparan dilanjutkan oleh Kasie Angkutan Orang Dalam Trayek dan Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta Made Jony Sasrawan. Ia memaparkan evaluasi mengenai tingkat efektivitas kebijakan pemerintah terhadap sistem transportasi publik di daerah Jabodetabek. Dalam paparannya, Transjakarta memainkan peran penting dalam perubahan paradigma pembangunan kota Jakarta yang lebih berorientasi pembangunan transit-oriented development (TOD). Transjakarta berperan sebagai penyedia layanan transportasi inklusif yang sudah menjangkau berbagai ceruk kota Jakarta sekaligus membantu mobilitas masyarakat kota penyangga yang beraktivitas di Jakarta.

Melanjutkan pemaparan mengenai Transjakarta, Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Transjakarta Raditya Maulana Rusdie menyebutkan Transjakarta sekarang menggunakan bantuan artificial intelligence (AI) dalam meningkatkan layanan. CCTV merekam setiap hal yang terjadi di dalam bus dan AI mengidentifikasi sekaligus menganalisis setiap kejadian yang terjadi dalam armada untuk memastikan keamanan penumpang dan mengidentifikasi performa supir serta pramudi Transjakarta.

Terakhir adalah pemaparan dari President Director INVI Alif Sasetyo. Sebagai distributor kendaraan listrik roda empat ke atas, INVI berkomitmen untuk mengakselerasi transisi kendaraan elektrik. Ia mengungkapkan Indonesia sekarang berada dalam momentum elektrifikasi kendaraan transportasi, tapi masih terhalang oleh beberapa tantangan seperti meyakinkan pasar, keandalan operasional, kolaborasi strategis, dan akselerasi ekosistem kendaraan elektrik. Tantangan-tantangan ini yang sedang dipecahkan oleh INVI.

Di hari terakhir event, Urban Mobility Manager ITDP Indonesia Mizandaru Wicaksono hadir sebagai pembicara dalam sesi “Towards 500 Years of Jakarta: Building a Public Transport Culture as the Foundation of a Cultured Global City”. Bersamaan dengan pembicara Kasie Angkutan Orang Dalam Trayek & Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta Made Jony Sasrawan, Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset PT Transportasi Jakarta Fadly Hasan, dan Dedi Wijaya selaku moderator.

Sesi konferensi dimulai dengan gambaran awal mengenai transportasi publik DKI Jakarta oleh Made Jony Sasrawan diikuti oleh Fadly Hasan. Saat ini, Transjakarta telah menempati urutan ke-17 dalam transportasi publik terbaik di dunia dan posisi kedua di Asia Tenggara. Transjakarta telah menjangkau 92,5% dari total populasi penduduk DKI Jakarta dalam radius maksimal 500 meter dan mengangkut 1,4 juta penumpang per harinya.

Walau begitu, modal share Transjakarta baru 22% dibanding target 60% yang ditargetkan tercapai tahun 2029. Isu utamanya bukan terletak di jumlah armada – Transjakarta sendiri memiliki 200.000 armada – tapi isu infrastruktur seperti kurangnya jumlah halte dan halte yang sudah terlalu padat.

Ada dua solusi untuk mengatasi hal ini, yaitu keberadaan halte yang terkoneksi dengan LRT, MRT, dan KRL agar beban penumpangnya bisa terbagi dan revitalisasi 46 dari 250 halte. Untuk semakin mendukung konektivitas halte Transjakarta dengan stasiun MRT, LRT, dan KRL, pemerintah DKI Jakarta telah merevitalisasi stasiun KRL Tanah Abang, Senen, Juanda, Sudirman, Palmerah, Tebet, Manggarai, Gondangdia, dan Jakarta Kota untuk semakin mendukung 10 simpul utama mobilitas Jakarta dan kota-kota penyangga.

Selain memperluas jangkauan transportasi berbasis roda (Transjakarta) dan rel (KRL, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta), pemerintah DKI Jakarta juga menargetkan agar kawasan-kawasan ini sebagai kawasan TOD. Per hari ini, ada tiga lokasi TOD yaitu Dukuh Atas (terintegasi dengan Transjakarta, MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KCI, dan kereta bandara) Blok M dan Lebak Bulus yang telah terintegrasi Transjakarta dan MRT. Target lainnya adalah dengan menjadikan Transjakarta lebih ramah lingkungan dengan target beroperasinya 700-800 bus elektrik di tahun 2026-2027.

Isu lainnya yang ikut menyeruak adalah kualitas pengemudi, sterilisasi jalan, serta pencopetan dan pelecehan seksual yang terjadi di dalam bus dan halte. Penggunaan sistem pengawasan berbasis AI dan IoT serta TJ Academy untuk menggembleng calon pengemudi menjadi solusi yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan.

Diskusi dilanjutkan dengan paparan dari Urban Mobility Manager ITDP Indonesia, Mizandaru Wicaksono, mengenai opsi-opsi kebijakan yang bisa dilakukan oleh Jakarta untuk mengurai kemacetan dan mengurangi polusi. Solusinya adalah kebijakan pull yang lebih kuat seperti penyegaran ruas ganjil-genap di 25 ruas, penetapan low emission zone, electric road pricing, dan peningkatan tarif parkir untuk mendorong orang-orang berpindah ke transportasi publik.

Untuk penerapan kebijakan ganjil-genap, Jakarta bisa belajar dari Bogotá, Kolombia. Bogotá rutin melakukan penyegaran ke ruas kebijakan ganjil-genap setiap beberapa tahun sekali. Kebijakan ini, ditambah dengan usaha pedestrianisasi, ruang jalan khusus pesepeda, dan dukungan transportasi publik yang kuat, berhasil menekan kemacetan dan polusi di kota itu.

Busworld Southeast Asia 2026 merupakan pameran bus internasional terbesar di Asia Tenggara yang diadakan pada 20-22 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam edisi keempat, Busworld Southeast Asia menggandeng ASEAN INAPA untuk memamerkan perkembangan industri otomotif, kendaraan niaga, transportasi publik, bus, logistik, dan suku cadang terkini.

Subscribe

Sign up for updates on our projects, events and publications.

SIGN UP
Send this to a friend